Corporate Identity Newsletter Buletin

COORPORATE IDENTITY

IDENTITAS USAHA

Identitas perusahaan atau jati diri perusahaan (corporate identity) adalah semua perwakilan atau perwujudan media visual dan fisik yang menampilkan suatu jati diri organisasi sehingga dapat membedakan organisasi/perusahaan tersebut dengan organisasi/perusahaan lainnya.

Dalam bidang public relations, relasi identitas perusahaan dijelaskan dalam bentuk model dinamika identitas perusahaan yang dikemukakan oleh Hacth and Schultz . Model dinamika tersebut menyebutkan bahwa identitas perusahaan memiliki relasi dengan budaya perusahaan (corporate culture) dan citra perusahaan (corporate image).


Secara internal, identitas perusahaan terkait dengan kultur / budaya yang dianut oleh perusahaan. Namun, secara eksternal, identitas perusahaan memiliki keterkaitan dengan citra perusahaan. Saat ini, identitas perusahaan telah diakui sebagai sumber daya yang strategis dan sumber keunggulan yang kompetitif.

Corporate identity dapat dipandang terdiri dari tiga bagian:

1.      Corporate Design (logo, seragam, warna perusahaan dll)

2.      Corporate Communication (iklan, public relations, informasi, dll)

3.      Corporate Behaviour (nilai-nilai internal, norma, dll)

Ada banyak aplikasi yang bisa digunakan sebagai corporate identity, salah satunya adalah dengan membuat Newsletter (Buletin perusahaan). 

Dalam era globalisasi dewasa ini, dan dengan berkembangnya pasar (market), banyak perusahaan bersaing untuk menarik perhatian konsumen untuk membeli produknya. Salah satu cara untuk bersaing dan dapat bertahan di dalam pasar yang terus erkembang ini adalah dengan menciptakan suatu image dan identitas graphic. Tulisan ini akan membahas tentang corporate identity, image, fungsi dan aplikasinya.

NAMA USAHA

Nama pada identitas perusahaan atau produk, menjadi atribut identitas yang membentuk brang image awal di benak publik (konsumen).

Semua atribut lainya seperti logo, tipografi, warna, image dll, dibangun dengan berpijak pada nama.

Jenis-jenis nama:

1.      Founder

Meggunakan nama pendiri organisasi, penemu/pembuat produk tersebut.

Contoh: Nyonya Meneer, Ciputra

2.      Descriptive

Menggambarkan bidang usahannya, produk/jasa yang ditawarkan

Contoh : Aqua, Optik Tunggal

3.      Fabricated

Nama yang sepenuhnya siciptakan dan tidak memiliki arti tertentu.

Contoh: Kodak, Xerox

4.      Methapor

Adalah nama yang diambil dari benda, tempat, orang, hewan, tumbuhan, proses, tokoh mitologi, bahasa asing. Nama yang dianggap mewakili kualitas perusahaan.

Contoh : Oracle, Nike

5.      Acronym/singkatan

Contoh : KFC

6.      Freestanding

Namanya tidak berhubungan dengan produk/jasanya

Contoh : Gudang Garam, Kecap Bango

7.      Associative

Nama usaha yang menggambarkan aspek atau manfaat produk/jasa

Contoh: Segar Dingin

LOGO

Logo adalah lambang atau simbol khusus yang mewakili suatu perusahaan atau organisasi. Sebuah logo bisa berupa nama, lambang atau elemen grafis lain yang ditampilkan secara visual. Sebuah logo diciptakan sebagai identitas agar unik dan mudah dibedakan dengan perusahaan kompetitor/pesaing.

Logo bisa diibaratkan dengan wajah. Setiap orang bisa dengan mudah dikenali antara satu dengan yang lain hanya dengan melihat wajah. Begitu juga halnya dengan logo. Logo merupakan sebuah visi penyampaian citra positif melalui sebuah tampilan sederhana dalam bentuk simbol.

BRAND

Brand memiliki makna yang lebih dalam dan luas daripada logo. Logo berbentuk benda fisik yang bisa dilihat, sedangkan brand mencakup keseluruhannya. Baik yang fisik, non-fisik, pengalaman dan asosiasi.

Seumpama manusia:

·         Logo adalah wajahnya

·         Identitas adalah penampilan fisiknya (termasuk logo), komunikasi dan perilakunya

·         Brand adalah keseluruhan manusia itu, jiwa dan raganya (termasuk identitas)

  

TAGLINE dan SLOGAN

Tagline

Kedua istilah ini memang sering digunakan secara bergantian, tetapi ada perbedaan antara slogan dan tagline itu sendiri. Tagline biasanya tidak berubah-ubah, cenderung kaku dan baku seperti contohnya tagline KASKUS: The Largest Indonesian Community. Dapat dilihat, kaskus membranded dirinya sebagai industri yang berbasis komunitas paling besar di Indonesia.

Slogan

Berbeda dengan slogan. Slogan dapat berubah dengan apa yang sedang diiklanan musiman (tidak monoton). Slogan dapat melayani tema yang lebih spesifik, segmen pelanggan tertentu, ataupun periode tertentu. Salah satu contoh slogan yang terkenal yang berasal dari produk minuman energi KRATINGDAENG. “KRATINGDAENG, Untuk Pria Lelaki Terpercaya “ atau “minuman energi nomor 1 di dunia, KRATINGDAENG”.

Dapat dilihat slogan dari KRATINGDAENG ingin mengubah pola pikir konsumen dari yang semula minuman yang hanya dikonsumsi oleh lelaki menjadi minuman berenergi yang dapat dinikmati oleh semua kalangan baik itu pria dan wanita.

Baca Juga : Website Murah Surabaya

Intinya adalah sudut pandang yang diubah. Salah satu contoh lagi slogan dari GE (General electric) yang semula “Kami bawa hal baik untuk kehidupan” menjadi “Imagination at work” bertujuan untuk menjauh dari anggapan yang hanya semula untuk pencahayaan dan peralatan rumah menjadi perusahaan yang terbuka untuk segala bidang kerja seperti medis, robot, jasa keuangan, dan transportasi.

Disisi lain, slogan menangkap inti dari mereka, dan jika sebuah merek tidak berubah tagline-nya, berarti merupakan indikasi dari upaya yang lebih signifikan untuk menggeser presepsi posisi merek atau kepiribadian.

Website Murah Surabaya

jasa website surabaya jasa website surabaya jasa website surabaya jasa website surabaya jasa website surabaya jasa website surabaya jasa website surabaya jasa website surabaya jasa website surabaya jasa website surabaya jasa website surabaya jasa website surabaya jasa website surabaya jasa website surabaya jasa seo surabaya
Lebih baru Lebih lama